PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HEWAN PELIHARAAN NON TERNAK DALAM KASUS PENGANIAYAAN DAN PENELANTARAN DI INDONESIA: STUDI YURIDIS MENGENAI KEBUTUHAN PENGATURAN DAN PENGUATAN REGULASI SERTA PENEGAKAN HUKUM
- Authors
-
-
Wasilul Arham
Universitas PamulangAuthor -
Fajar Surya Gemilang
Universitas PamulangAuthor
-
- Keywords:
- Perlindungan Hewan, Penganiayaan Hewan, Penelantaran Hewan, Regulasi Hukum Indonesia, Penegakan Hukum
- Abstract
-
Perlindungan hukum terhadap hewan peliharaan non-ternak, seperti anjing dan kucing, dalam konteks penganiayaan dan penelantaran di Indonesia masih menghadapi tantangan signifikan. Meskipun terdapat regulasi dasar seperti Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, namun implementasinya sering kali tidak efektif akibat definisi yang kabur, sanksi yang ringan, dan penegakan hukum yang lemah. Studi yuridis ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengaturan baru, penguatan regulasi, serta strategi penegakan hukum melalui pendekatan normatif dengan tinjauan terhadap peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, dan literatur hukum terkait. Temuan menunjukkan bahwa regulasi saat ini lebih fokus pada aspek peternakan daripada perlindungan hewan peliharaan, sehingga diperlukan revisi undang-undang khusus untuk mengatasi penganiayaan dan penelantaran. Rekomendasi meliputi pembentukan undang-undang perlindungan hewan peliharaan, peningkatan sanksi pidana, serta kampanye edukasi dan penguatan peran lembaga penegak hukum. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan hukum hewan di Indonesia yang lebih komprehensif dan selaras dengan standar internasional.
- References
-
Peraturan Perundang-Undangan
1. Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Jakarta: Sekretariat Negara
Buku dan Literatur Akademik
1. Permana, Idat Galih, and Abdul Haris Semendawai. Perlindungan Hukum terhadap Hewan Peliharaan (Non Ternak): Ditinjau dari Perspektif Kepastian Hukum. Penerbit NEM, 2023.
Jurnal Ilmiah
1. Romero‐Vidal, Pedro, et al. "The widespread keeping of wild pets in the Neotropics: An overlooked risk for human, livestock and wildlife health." People and Nature 6.3 (2024): 1023-1035.
2. Andersen, Søren Stig, et al. "Regulating companion dog welfare: A comparative study of legal frameworks in western countries." Animals 11.6 (2021): 1660.
3. Pinilih, Sekar Anggun Gading, et al. "An Ethical Perspective of Animal Rights Protection in Indonesia." International Journal of Design and Nature and Ecodynamics 17.4 (2022): 529-535.
4. Karman, Karman, et al. "Studi Tentang Konfrontasi Antara Gagasan Keadilan Dan Kepastian Hukum Dalam Filsafat Hukum." Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum 6.3 (2025): 751-760.
5. Browning, Heather, and Jonathan Birch. "Animal sentience." Philosophy compass 17.5 (2022): e12822.
6. Schwindaman, D. "Federal regulation of experimental animal use in the United States of America." Revue Scientifique et Technique (International Office of Epizootics) 13.1 (1994): 247-260.
Website
1. Kompas.tv. 2023. Penganiayaan & Penelantaran Hewan Piaraan Masih Terjadi | TARGET. 04 Desember. https://www.kompas.tv/nasional/375767/penganiayaan-penelantaran-hewan-piaraan-masih-terjadi-target
- Downloads
- Published
- 2025-12-13
- Section
- Articles
How to Cite
Similar Articles
- Yobel Agus RedWhite Hutauruk, ARTICLE 25 DISPUTE SETTLEMENT UNDERSTANDING: JALAN KELUAR UNTUK MENGATASI KRISIS BADAN BANDING WTO , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 3 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Mutiara Amri Putri, HUKUM ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT LAMPUNG PEPADUN: KAJIAN TERHADAP TRADISI BEGAWI, SESAN, DAN SEBAMBANGAN , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Flora Tri Melfanny Buulolo, Qonita Mutmainah, Dinda Azka Aulia, Radya Alluna Rahmadhana, Naomi Margaretha Ghokmaria Sirait, Analisis Penerapan Asas Itikad Baik dan Wanprestasi Akibat Tindakan yang Dilarang dalam Perjanjian Kerjasama , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Diana Ulandari, Ajhar Dzul, Nazlia Salma, Zilaan Kamal, Ahmad Zaenal, Baidhowi, TINJAUAN LAVENDER MARRIAGE DALAM PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Laila Fauziyyah, KEBIJAKAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI DITINJAU DALAM PERSPEKTIF PRINSIP NATIONAL TREATMENT WTO , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Yefta Chintya Nababan, Tri Andrisman, Maya Shafira, PERBANDINGAN PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA BAGI KORPORASI DALAM KUHP WvS DAN KUHP NASIONAL , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Muchamad Fatchurochman Amrullah, Ratu Ayu Nabila Pertiwi, Kania Rizqi Amelia, Radit Erik Sebastian, Baidhowi, QANUN JINAYAH ACEH ANTARA PENERAPAN SYARIAT DAN PRINSIP HAM: ANALISIS NORMATIF ATAS PUTUSAN MAHKAMAH SYAR’IYAH , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Widya Ramadhani, FAKTOR PENYEBAB DAN PROSES KEPAILITAN PT SINAR TERNAK SEJAHTERA SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KREDITUR DAN DEBITUR , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Laynie Ashiila Rabbani, Muhammad Fachrur Rozi, Tamaulina Br Sembiring, TANTANGAN PELAKSANAAN HUKUMAN MATI DI INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Meisya Ferbina Br Ginting, Nadine Kartika Anindya, Naura Qurrotu’aini, Nayla Dinda Larasati, Syalwa Alifah Rahmadhia, Baidhowi, TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP JUAL BELI ONLINE , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
You may also start an advanced similarity search for this article.