ANALISIS YURIDIS TANGGUNG JAWAB HUKUM PLATFORM FINTECH ATAS PENYALAHGUNAAN DATA DAN PENCAIRAN DANA PINJAMAN ONLINE TANPA IZIN DALAM PERSPEKTIF UU ITE
- Authors
-
-
Fahru Roji
Universitas PamulangAuthor
-
- Keywords:
- Fintech, Penyalahgunaan Data, Pencairan Dana Tanpa Izin, Tanggung Jawab Hukum, UU ITE, Perlindungan Konsumen Digital.
- Abstract
-
Perkembangan teknologi informasi telah mendorong lahirnya berbagai inovasi di bidang keuangan, termasuk financial technology (fintech). Fintech menawarkan kemudahan akses layanan keuangan digital seperti pinjaman online (online lending), yang kini semakin diminati oleh masyarakat luas. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat permasalahan hukum yang cukup serius, khususnya terkait penyalahgunaan data pribadi dan pencairan dana pinjaman online tanpa izin pemilik akun. Kasus-kasus semacam ini menunjukkan lemahnya pengawasan, ketidakpatuhan terhadap prinsip perlindungan data, serta belum optimalnya mekanisme pertanggungjawaban hukum oleh penyelenggara platform fintech.
Penelitian ini berfokus pada analisis tanggung jawab hukum dari platform fintech terkait penyalahgunaan data dan pencairan pinjaman online yang dilakukan tanpa izin, dengan mengacu pada perspektif Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memicu pelanggaran tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, dengan cara memeriksa ketentuan perundang-undangan yang ada. Ini mencakup UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang telah diubah melalui UU Nomor 19 Tahun 2016, serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan kebijakan terkait perlindungan data pribadi yang relevan.
Hasil studi menunjukkan bahwa kewajiban hukum dari platform fintech mencakup tanggung jawab sipil, kriminal, dan administratif. Dalam kerangka UU ITE, penggunaan data pribadi tanpa izin dari pemiliknya dianggap sebagai pelanggaran hukum yang dapat dikenakan hukuman pidana sesuai dengan Pasal 26 jo. Pasal 45 UU ITE. Selain itu, platform fintech juga bisa bertanggung jawab jika terbukti menyepelekan keamanan sistem elektroniknya, sesuai dengan ketentuan yang ada di Pasal 15 UU ITE. Dalam kasus pencairan dana tanpa izin, tanggung jawab platform muncul jika terbukti tidak melakukan verifikasi dan autentikasi dengan benar, atau tidak menyediakan sistem pengamanan data yang memadai, sehingga membuka celah bagi pihak ketiga untuk menyalahgunakan identitas pengguna.
Faktor penyebab terjadinya penyalahgunaan data dan pencairan tanpa izin antara lain lemahnya literasi digital masyarakat, kurangnya transparansi dalam pengelolaan data oleh platform, serta minimnya pengawasan dari regulator terhadap kepatuhan penyelenggara fintech. Di sisi lain, absennya undang-undang perlindungan data pribadi yang komprehensif hingga beberapa waktu terakhir juga menjadi kendala besar dalam menegakkan hak-hak konsumen digital.
Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan regulasi perlindungan data pribadi melalui sinergi antara UU ITE dan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP), peningkatan pengawasan oleh OJK terhadap aktivitas penyelenggara fintech, serta edukasi masyarakat mengenai hak dan kewajiban dalam ruang digital. Platform fintech wajib menerapkan prinsip privacy by design dan data minimization sebagai bagian dari tanggung jawab preventif, serta menyiapkan mekanisme ganti rugi yang adil bagi korban penyalahgunaan data dan pencairan dana ilegal.
Dengan demikian, diperlukan pendekatan hukum yang tidak hanya represif, tetapi juga preventif dan partisipatif agar ekosistem fintech di Indonesia dapat tumbuh secara sehat, adil, dan melindungi hak-hak digital masyarakat secara optimal.
- References
-
Ardana, S.T. and Kornelis, Y., 2024. Penyalahgunaan Data Pribadi Pada Pinjaman Online di Indonesia: Analisis Perlindungan dan Sanksi Hukum. Legalite: Jurnal Perundang Undangan dan Hukum Pidana Islam, 9(1), pp.1-11.
Disemadi, H.S., 2022. Titik lemah industri keuangan fintech di Indonesia: Kajian perbandingan hukum. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 4(3), pp.471-493.
Peraturan OJK No. 10/POJK.05/2022 Tahun 2022. (n.d.). Database Peraturan | JDIH BPK. https://peraturan.bpk.go.id/Details/227369/peraturan-ojk-no-10pojk052022-tahun-2022
Safitri, T. A. (2021). Kontribusi Fintech Payment Terhadap Perilaku Manajemen Keuangan di Masa Pandemi COVID-19. Jurnal Ekonomi Manajemen Sumber Daya, 140-145.
UU No. 11 Tahun 2008. (n.d.). Database Peraturan | JDIH BPK. https://peraturan.bpk.go.id/details/37589/uu-no-11-tahun-2008
UU No. 19 Tahun 2016. (n.d.). Database Peraturan | JDIH BPK. https://peraturan.bpk.go.id/Details/37582/uu-no-19-tahun-2016
UU No. 27 Tahun 2022. (n.d.-b). Database Peraturan | JDIH BPK. https://peraturan.bpk.go.id/Details/229798/uu-no-27-tahun-2022
- Downloads
- Published
- 2025-12-29
- Section
- Articles
How to Cite
Similar Articles
- Afiq Aqwa Mursalin, Daniel Unedo Rajagukguk, Santika Artanti Sipayung, Affila, Mulhadi, KAJIAN HUKUM MENGENAI DUGAAN PRAKTIK MONOPOLI OLEH PT PERTAMINA PATRA NIAGA BERDASARKAN UU NO. 5 TAHUN 1999 , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Gresnita Hutasoit, Widiya Astuti, Dian Eka Prastiwi, PEREDARAN MINUMAN KERAS ILEGAL DI LINGKUNGAN PERMUKIMAN DITINJAU DARIUNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1999 DAN KUHP PASAL 492 , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Agnes Widya Klarisa, Angeline Christy Silaen, Ashilah Danty Dhanara, Aurilia Putri, Dimettri Septiano Bertrand Sinaga, ANALISIS WANPRESTASI AHLI WARIS DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN JUAL BELI TANAH: STUDI PUTUSAN 1246 PK/Pdt/2025 , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Dika Amanda Mega Permata, Piil Pesenggiri Sebagai Landasan Etika Sosial dan Hukum Adat Masyarakat Lampung , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Nifty Ramadani, Ema Rahmawati, Pupung Faisal, STUDI KASUS TERHADAP PUTUSAN NOMOR 3/PDT.SUS-PKPU/2024/PN NIAGA MDN MENGENAI PENERAPAN PRINSIP PEMBUKTIAN SEDERHANA OLEH MAJELIS HAKIM TERHADAP KREDITOR HASIL CESSIE SEBAGIAN YANG DINILAI DARI ITIKAD BAIK PERJANJIAN CESSIENYA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 15 No. 12 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Moch Ariel Al Buchory, BEBAN PEMBUKTIAN DALAM PERKARA PIDANA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PRINSIP PRESUMPTION OF INNOCENCE , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Peter Guntara, Fitri Setyo Rini, Maya Dyah Palupi, KAJIAN KRIMINALISTIK TERHADAP PELAKU TINDAKAN KEKERASAN SEKSUAL DALAM BINGKAI FEMINIST LEGAL THEORY , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Resdi Alfari, Rapik Hanapi, PERAN PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MENJAUHKAN REMAJA DARI PAHAM DAN DOKTRIN RADIKAL , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Gina Mawwadah, Yulyanti Putri Nurfadillah, JURNAL TINDAK PIDANA TERTENTU TINJAUAN YURIDIS TINDAK PIDANA KORUPSI SUAP DALAM PENGADAAN PROYEK SARANA DAN PRASARANA PEMERINTAH DAERAH SULAWESI SELATAN , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Manja Nisa, Jenia Fathira, Aisyah Humairoh, Vella Zhafirah Putri, M. Ghaza Alkhadari, EFEKTIVITAS KEBIJAKAN REHABILITASI DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA MENURUT UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2009 (PASAL 54) DI PROVINSI JAMBI PADA PERIODE 2023–2024 , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
You may also start an advanced similarity search for this article.